DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 41.348.051.099 (17 OKT 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Oorth, Aplikasi Komunitas Berbasis Kearifan Lokal

Pythag Kurniati - 20 September 2017 10:53 wib
Oorth siap meluncur bulan Oktober
Oorth siap meluncur bulan Oktober

Metrotvnews.com, Solo: Media sosial bisa dikatakan menjadi kebutuhan penting bagi setiap orang. Tidak semua media sosial diciptakan dengan mempertimbangkan kearifan lokal.

Hal tersebut melatarbelakangi tiga anak bangsa, Krishna Adityangga (34), Mulyono Herman (36) dan Dhanny Ardiansyah (34) menciptakan aplikasi Oorth. Aplikasi ini dibuat dengan memasukkan konten-konten kearifan lokal dan disesuaikan dengan kebiasaan masyarakat Indonesia.

“Kita mengenal banyak media sosial seperti WhatsApp, Facebook, Telegram. Namun belum ada yang mengakomodir kebutuhan masyarakat Indonesia sesuai kearifan lokalnya,” ungkap Chief Technology Officer (CTO) Oorth, Mulyono Herman, Rabu, 20 September 2017.

Bersama kedua rekannya, Mulyono kemudian melakukan riset mengenai kebutuhan-kebutuhan masyarakat Indonesia di pedesaan serta perkotaan terhadap media sosial. Butuh waktu dua tahun untuk menelurkan aplikasi Oorth.

Chief Executive Officer (CEO) Oorth, Krishna menjelaskan aplikasi ini mewadahi kebutuhan berkomunitas. Berbagai fasilitas di dalamnya didasarkan pada kebiasaan masyarakat Indonesia yang cenderung beraktivitas dalam komunitas.

Aplikasi Oorth memiliki dua layer, yakni personal dan komunitas. Namun, yang menarik dari aplikasi ini adalah layer komunitas.

Di dalamnya terdapat beberapa fitur seperti tegur sapa, wallet, donasi dan stream. “Semua memungkinkan anggota melakukan kegiatan berkomunitas dengan lebih baik dan transparan,” jelas pria asal Kota Solo, Jawa Tengah tersebut.

Fitur wallet mempermudah anggota komunitas melakukan iuran tanpa harus bertatap muka. “Di sana semua anggota juga bisa melihat berapa saldo iuran, penggunaan dan lain sebagainya,” imbuhnya.

Terdapat pula fitur community organizer yang meliputi kalender dan catatan. “Ada note yang bisa dibaca semua anggota komunitas serta kalender untuk menata jadwal komunitas beserta fasilitas reminder-nya,” papar Krishna.

Nama ‘Oorth’ dipilih dari nama sabuk galaksi Bimasakti. “Sabuk itu mengaitkan banyak benda-benda langit,” tuturnya.

Aplikasi Oorth bakal diluncurkan di Jakarta pada tanggal 7 Oktober 2017. Sebagai tahap awal, mereka menyasar target masyarakat Indonesia. “Tidak menutup kemungkinan kami juga akan go internasional,” pungkas dia.


(MMI)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG APLIKASI
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA NEWS (TEKNOLOGI)
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Fri , 19-10-2018