DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 51.179.914.135 (23 NOV 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Amazon Garap Gadget Spesialis Layanan Streaming

Lufthi Anggraeni - 14 April 2018 11:36 wib
Amazon dilaporkan tengah mengembangkan layanan streaming baru dengan fokus ke perangkat mobile.
Amazon dilaporkan tengah mengembangkan layanan streaming baru dengan fokus ke perangkat mobile.

Jakarta: Amazon dilaporkan tengah mengembangkan layanan streaming baru dengan fokus ke perangkat mobile, setelah dokumen pendaftaran merek dagang dan iklan lowongan pekerjaan diungkap oleh perusahaan e-commerce terbesar di Amerika Serikat tersebut.

Seperti yang dlaporkan Variety pada awal minggu ini, Amazon telah mendaftarkan dokumen untuk merek dagang untuk Amazon Fuse.

Informasi pada dokumen tersebut menggambarkannya sebagai layanan yang terkait dengan transmisi dari layanan hiburan, termasuk konten audio dan video, melalui internet dan jaringan mobile.

Informasi lain terkait Fuse juga muncul pada iklan lowongan pekerjaan Amazon, menyebut Amazon Fuse merupakan produk dan tim yang baru diumumkan di Amazon.

Amazon Fuse juga disebut memungkinkan mitra internasional untuk menawarkan layanan berlangganan Amazon kepada konsumen.

Fuse akan memungkinkan Amazon mencakup konsumen di wilayah lebih luas dan memperluas distribusi internasional.

Bisnis Fuse disebut terfokus pada kerja sama dengan berbagai operator mobile di seluruh dunia, guna menghadirkan Prime Video, Music, Kindle, dan Prime ke ratusan juta pelanggan Amazon.

Hingga saat ini, belum tersedia informasi terkait dengan bentuk produk yang diusung oleh Fuse, namun diperkirakan sebagai layanan yang memungkinkan operator mobile untuk menghubungkan penawaran mereka dengan Amazon. Fuse juga disebut akan membantu Amazon memperluas cakupan layanan streaming miliknya di seluruhnya.

Selain itu, merek dagang Amazon Fuse ini juga didaftarkan Amazon di pengadilan di Kanada. Sementara itu, meski negara-negara di Asia Tenggara masih tertinggal soal penggunaan cloud computing, Managing Director Amazon Web Services, ASEAN, Nick Walton percaya, Asia Tenggara justru bisa belajar dari kesalahan negara-negara lain yang telah lebih matang.


(MMI)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG AMAZON
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA NEWS (TEKNOLOGI)
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 19-12-2018