CEO YouTube: Logan Belum Harus Ditendang

Lufthi Anggraeni - 14 Februari 2018 08:05 wib
CEO YouTube menilai Logan Paul belum melakukan tiga pelanggaran utama, sehingga belum perlu dikeluarkan dari platform.
CEO YouTube menilai Logan Paul belum melakukan tiga pelanggaran utama, sehingga belum perlu dikeluarkan dari platform.

Jakarta: CEO YouTube Susan Wojnicki mengungkapkan keputusannya, bahwa bintang YouTube kontroversial Logal Paul belum harus dikeluarkan dari platform, setidaknya untuk saat ini. Paul menjadi sorotan setelah video perjalanannya ke Jepang menampilkan jenazah korban bunuh diri.

Akibatnya, YouTube secara temporer menangguhkan pendapatan dari periklanan pada akun Paul. Namun, dalam konferensi Code Media di Huntington Beach, CA, Wojnicki menyebut bahwa Paul belum memenuhi kriteria hingga perlu dilarang dari platform YouTube.

"Dia (Paul) belum melakukan tiga kesempatan utama terkait pelanggaran. Kami tidak bisa begitu saja menariknya dari platform kami. Kreator harus melanggar kebijakan kami sehingga kami bisa melakukannya. Kami harus konsisten terhadap peraturan. Ini seperti kode hukum."

Wojnicki merespon pertanyaan dari pewawancara Kara Swisher terkait alasan YouTube belum melarang Paul sebagai respon terhadap videonya dari Jepang. Paul telah mengunggah video permintaan maaf terkait dengan video yang dinilai tidak sensitif tersebut.

Setelahnya, Paul juga mengunggah video yang menampilkan dirinya menyetrum tikus yang telah mati. Video ini dinilai belum cukup melanggar kebijakan YouTube, dan Wojnicki penilaian video tersebut mewakili selera rendah sang kreator bukanlah alasan yang cukup bagi YouTube untuk melarang kreator dari platformnya.

Wojnicki juga menyebut bahwa penilaian rendahnya selera pada suatu video setiap orang berbeda, sehingga YouTube perlu berpegang teguh pada detil kriteria yang telah dihimpun pada kebijakannya, dan dapat diaplikasikan ke jutaan video dan kreator.

Tanggapan Wojnicki merefleksikan peningkatan tekanan yang dihadapi YouTube untuk menghapus video menyinggung dari layanannya. Unilever, pengiklan produk konsumer besar, mengancam untuk mengabaikan platform "beracun" pada awal pekan ini, menyebut akan menghindari tempat yang tidak berkontribusi positif kepada masyarakat.

Sebagai informasi, YouTube memiliki tiga kesempatan utama yang dapat menyebabkan akun kreator dihapus jika melakukan pelanggaran sebanyak tiga kali. Perilaku yang dilarang pada platform meliputi berbagai aktivitas, termasuk pelanggaran hak cipta dan kekerasan.

Namun hingga saat ini, YouTube belum memberikan tanggapannya terkait video yang dinilai pemirsa atau pengguna lain sebagai video yang menyinggung atau berselera rendah. YouTube tengah menghadapi kritik bahwa perusahaannya mengaplikasikan kebijakan secara tidak konsisten.

Hal tersebut menyebabkan kreator nakal bebas dari hukuman yang seharusnya mereka terima. Namun Wojnicki menyatakan ketidaksejutuannya terkait karakterisasi tersebut.

"Pengguna mungkin mengeluhkan hal tersebut, namun kami berusaha sebaik mungkin untuk tetap konsisiten kepada semua orang."


(MMI)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG YOUTUBE
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA NEWS (TEKNOLOGI)
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sun , 20-05-2018