Weibo Hapus Konten Kekerasan dan LGBT

Ellavie Ichlasa Amalia - 16 April 2018 08:13 wib
Ilustrasi. (ngkaki via Getty Images)
Ilustrasi. (ngkaki via Getty Images)

Jakarta: Media sosial populer di Tiongkok, Weibo akan menghapus konten kekerasan dan gay demi mematuhi peraturan keamanan siber baru dari pemerintah.

Layanan serupa Twitter tersebut mengumumkan bahwa mereka akan melakukan "kampanye bersih-bersih" yang akan menargetkan "manga (komik Jepang) dan video berbau pornografi, kekerasan atau terkait homoseksualitas" serta game dengan konten kekerasan seperti Grand Theft Auto. 

Keputusan ini membuat para pengguna kesal. Mereka kemudian melakukan protes online menggunakan tagar "Saya gay" yang digunakan sekitar 170 ribu kali sebelum Weibo memblokirnya, lapor Engadget

"Apa tidak bisa ada homoseksualitas di bawah sosialisme?" tanya salah satu pengguna, menurut AFP.

"Tidak bisa dipercaya Tiongkok berkembang pesat dalam hal ekonomi dan militer, tapi kembali ke era jadul dalam hal ide."

Tiongkok tidak lagi menganggap homoseksulitas sebagai tindakan kriminal pada 1997, dan tidak menganggapnya sebagai penyakit mental pada 2001. Namun, pemerintah tetap memburu konten bertema LGBT (Lesbian, Gay, Bisexual and Transgender). 

Sayangnya, tidak ada yang bisa pengguna lakukan untuk menghentikan kampanye Weibo ini. Karena peraturan baru di Tiongkok, pemerintah bisa menekan perusahaan swasta untuk menyensor konten yang mereka anggap terlarang. Peraturan itu juga memudahkan pihak berwajib mengawasi masyarakat mereka. 

Weibo berkata, mereka telah menghapus 56.243 "konten ilegal" dan menghapus 108 akun pengguna sejak mereka memulai kampanye mereka. Angka itu akan terus naik. 


(MMI)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG MEDIA SOSIAL
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA NEWS (TEKNOLOGI)
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Fri , 20-04-2018