DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK, Dana Terkumpul RP 12.459.578.391 (16 AGUSTUS 2018)

Spazee, Startup Penyedia Lapak Jualan Offline

Cahyandaru Kuncorojati - 08 Februari 2018 16:20 wib
Spazee mempermudah pebisnis mencari lapak yang disewakan serta event yang bisa digunakan untuk mereka berjualan.
Spazee mempermudah pebisnis mencari lapak yang disewakan serta event yang bisa digunakan untuk mereka berjualan.

Jakarta: Meskipun bisnis online lebih populer ketimbang offline tapi bagi beberapa bisnis eksistensi mereka secara offline masih dibutuhkan. Permasalahannya mencari lokasi untuk lapak berjualan tidak mudah, pebisnis kerap terbentur dengan harganya.

Melihat permasalahan tersebut Cecilia Juarso dan Rudi Anggara berinisiatif mencipatakan startup bernama Spazee. Spazee menyediakan layanan bagi pebisnis skala SMB (Small & Medium Business) untuk mencari lapak berjualan dengan informasi dan harga yang transparan.

"Orang berangapan memiliki lapak online saja cukup namun beberapa bisnsi seperti food beverages bahkan ritel seperti fashion juga masih membutuhkan lapak offline. Pasti ada saja konsumen yang bertanya cabang tokonya ada di mana," tutur Cecilia.

Rudi sepakat dengan opini Cecilia, dia menambahkan bahwa kehadiran bisnis secara offline turut membantu marketing atau pertumbuhan sebuah bisnis atau brand. Rudi menuturkan Spazee menjadi yang pertama menawarkan solusi semacam ini.



Bagi pebisnis, mereka cukup mengunjungi situs Spazee dan mencari ketersediaan lapak berdasarkan jenis lokasi atau ukuran lapak kemudian memilikih lokasi yang mereka inginkan. Nantinya hasil pencarian akan berisi foto serta deskripsi lapak termasuk harga dan ukurannya.

"Sistem sewanya minimal 1 hari hingga paling lama 3 bulan untuk kemudian diperpanjang lagi. Pebisnis juga bisa menentukan hari atau waktu tertentu tiap kali menyewa tergantung kesepakatan dengan pemilik lapak," jelas Rudi.

Untuk pemilik lapak mereka cukup menghubungi dan mengirimkan foto lapak yang ingin mereka sewakan nantinya tim Spazee akan datang untuk melakukan validasi dan dokumentasi untuk menjamin bahwa informasi yang diberikan adalah benar.



Meskipun baru beroperasi beberapa bulan sejak November 2017, disebutkan Spaze sudah memiliki 200 penyewa lapak yang saat ini masih tersedia di Jakarta dan Tangerang. 

Menurut Rudi, tantangan yanng ditemukan sejauh ini adalah edukasi ke pebisnis maupun pemilik lapak. Oleh sebab itu, area layanannya masih terbatas. Dalam waktu dekat Spazee akan memperluas cakupan layanannya hingga seluruh Jabodetabek.



"Solusi ini tidak hanya membantu pemilik lapak maupun pebisnis tapi juga event organizer. Biasanya mereka memiliki area food court dan membutuhkan merchant untuk mengisi booth, daripada bingung maka mereka bisa menghubungi kami sehingga kami teruskan ke seluruh pebisnis atau merchant yang menjadi pengguna kami," tutur Rudi.

Cecilia menambahkan bahwa kerja sama tersebut berangkat dari tren pop-up market yang kini sedang digemari khususnya bagi pebisnis dari kalangan muda. Dia optimistis layanannya akan berkontribusi terhadap pertumbuhan bisnis SMB atau UKM yang menjamur di tanah air.


(MMI)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG STARTUP
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA NEWS (TEKNOLOGI)
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Fri , 17-08-2018