Berbagi Untuk Palestina, Dana Terkumpul Rp Rp2.659.184.273 (20 JULI 2018)

Sudah Ada Flash, Kenapa Orang Masih Pakai HDD?

Cahyandaru Kuncorojati - 12 Juli 2018 22:31 wib
Produk media penyimpanan data jenis hard disk drive (HDD).
Produk media penyimpanan data jenis hard disk drive (HDD).

Jakarta: Data adalah sesuatu yang dihasilkan dari perkembangan teknologi, semua aktifitas yang melibatkan perangkat teknologi akan menghasilkan data. Data menyimpan beragam informasi yang bisa diolah untuk mendapatkan beragam informasi yang lebih bermanfaat.

Berdasarkan hasil riset IDC (International Data Corporation) Data Age 2025, diprediksi bahwa pada tahun 2025 nanti dunia akan menghasilkan data sebanyak 163ZB. Satuan ZB mengacu kepada Zettabyte.

IDC menyebutkan bahwa 163ZB setara dengan menonton seluruh film di katalog Netflix sebaanyak 489 juta kali, atau setara dengan 40 triliun keping DVD. Apabila ditumpuk bisa mencapai jarak bumi ke bulan hingga 100 juta kali.

Data yang dihasilkan tersebut berkembang sangat cepat dari tahun 2016, yang menurut IDC total data yang dihasilkan dunia pada tahun tersebut hanya sebesar 16ZB. Tentunya jumlahnya yang sangat besar merupakan hasil kontribusi perkembangan teknologi yang digunakan manusia.



Dengan terjadinya ledakan data tersebut, perangkat media penyimpanan data memainkan peran penting. Komputasi awan juga hanya sebuah akses sementara seluruh data tetap disimpan dalam perangkat yang sifatnya fisik.

Ada beberapa jenis perangkat penyimpanan data yang digunakan sejak periode 2010 hingga 2025, mulai dari DRAM, Optical (CD/DVD), Tape (kaset), Flash Storage (SSD), dan HDD. IDC menemukan bahwa HDD masih mendominasi perangkat penyimpanan data, disusul oleh perangkat dengan teknologi Flash Storage seperti solid state drive (SSD).

Selama ini mungkin kita sudah terbiasa menerima anggapan bahwa SSD memang memiliki kecepatan transfer dan akses data lebih cepat ketimbang HDD. Satu hal yang tidak bisa dimiliki oleh SSD adalah kapasitas besar yang ditawarkan oleh HDD. Ini juga menjadi alasan produsen perangkat penyimpanan seperti Seagate tetap menyediakan HDD dengan kapasitas yang semakin besar.

Oleh sebab itu, tidak heran apabila data IDC memaparkan bahwa hingga tahun 2025 sebagai Data Age yang terjadi ledakan data maka HDD masih sangat diandalkan. Perusahaan penyedia layanan data center atau penyimpanan data dalam skala besar masih akan mengandalkan HDD sebagai perangkat media penyimpanan data terbesar hingga tahun 2025.



Hal ini tentu akan menjadi momen yang tidak akan dilewatkan oleh produsen perangkat media penyimpanan data seperti Seagate yang sejak lama dikenal sebagai penyedia produk HDD dengan beragam jenis kebutuhan dan rentang harga.



Di Indonesia, produk SSD yang di awal kehadirannya dibanderol mahal dengan menjagokan kecepatan performanya lambat laun mulai terjangkau harganya tapi tetap dengan kapasitas yang tidak pernah lebih besar dari HDD.

HDD masih akan menjadi favorit alasannya adalah harganya yang terjangkau dan kapasitas yang lebih besar, sesuai dengan kebutuhan yang cemas kehabisan kapasitas penyimpanan data. Bagi negara berkembang seperti Indonesia pasar produk HDD tentu akan jauh lebih besar dari SSD karena dilihat lebih sesuai dengan kebutuhan.


(MMI)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG SEAGATE
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA NEWS (TEKNOLOGI)
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sat , 21-07-2018