DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 51.179.914.135 (23 NOV 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Ada Celah Keamanan di macOS Mojave

Ellavie Ichlasa Amalia - 25 September 2018 12:47 wib
Ada kelemahan pada macOS terbaru Apple. (Justin Sullivan/Getty Images/AFP)
Ada kelemahan pada macOS terbaru Apple. (Justin Sullivan/Getty Images/AFP)

Jakarta: Seorang peneliti keamanan siber menemukan kelemahan pada versi terbaru dari macOS, beberapa jam sebelum sistem operasi baru itu dirilis. 

Chief Researcher Officer di Digital Security, Patrick Wardle, mengunggah sebuah video di Twitter, menunjukkan cara untuk melewati fitur privasi yang dipasang untuk mencegah aplikasi-aplikasi mengakses data pribadi pengguna tanpa izin. 

Selama bertahun-tahun, Mac memaksa aplikasi untuk meminta izin pengguna sebelum ia dapat mengakses kontak dan kalender pengguna. Ini Apple lakukan setelah beberapa aplikasi iOS diketahui mengunggah data pribadi pengguna.

Pada konferensi developer tahun ini, Apple berkata bahwa mereka akan memperluas fitur ini sehingga aplikasi juga harus meminta izin pengguna untuk mengakses kamera, mikrofon, email dan backup data.

Wardle menyebutkan pada TechCrunch bahwa kelemahan yang dia temukan bukanlah "universal bypass". Namun, bug ini bisa membiarkan aplikasi untuk mengambil data tertentu yang dilindungi seperti kontak pengguna. 
 
Wardle tidak memberikan penjelasan lengkap tentang bug ini. Alasannya karena dia tidak ingin membahayakan para pengguna Mac.

Keputusannya untuk mengunggah video ini ke Twitter adalah karena dia merasa frustasi pada Apple yang tidak menyediakan program pemburuan bug. Hal ini membuat peneliti enggan untuk melaporkan bug yang mereka temukan pada Apple. 

"Perusahaan pembuat sistem operasi lainnya telah mengakui bahwa software apapun pasti akan memiliki kelemahan," katanya. Sementara Apple seolah-olah tidak mau peduli dengan hal ini.

Memang, Apple adalah salah satu perusahaan yang terakhir menawarkan program bug bounty, yaitu program yang menawarkan uang pada peneliti keamanan yang menemukan celah pada sistem atau aplikasi.

Apple menawarkan hadiah hingga USD200 ribu (Rp3 miliar) untuk bug paling berbahaya di iOS. Meskipun begitu Apple tidak melakukan hal yang sama untuk macOS, meski tidak diketahui mengapa. 

"Sayangnya, Apple tidak akan mengubah pendekatan mereka atas keamanan sampai mereka menemukan alasan untuk itu," kata Wardle. "Biasanya, perusahaan tidak akan mengubah sesuatu sampai mereka menyadari bahwa bagian itu bermasalah."


(MMI)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG APPLE
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA NEWS (TEKNOLOGI)
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 11-12-2018