DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK, Dana Terkumpul RP 19.955.605.901 (19 SEP 2018)

ASUS ZenFone 5, Keren di Kelasnya

Mohammad Mamduh - 27 Juni 2018 18:44 wib
ASUS ZenFone 5. foto: Medcom.id
ASUS ZenFone 5. foto: Medcom.id

Jakarta: ASUS kembali bertarung di pasar Indonesia yang dikenal sangat kompetitif lewat ZenFone 5. Penamaan ponsel baru ini memang sama persis dengan smartphone yang sudah mereka rilis ketika awal terjun ke industri smartphone.

Mereka pun memanfaatkannya dengan menggunakan tagar #BackToFive. Ketimbang menggunakan nama baru, ASUS lebih menginginkan memperbarui seri smartphone mereka dengan teknologi dan fitur terkini.

ZenFone 5 juga menjadi cara ASUS memperlihatkan kepada konsumen bahwa mereka belajar banyak, mengembangkan inovasi, dan tidak ingin lagi kalah dari para pesaingnya. Berikut ulasan Medcom.id tentang ZenFone 5.

 

Desain

Untuk sebuah ponsel di harga menengah, desain ASUS ZenFone 5 cukup menawan. Ini langsung terlihat dari penyematan bodi semi kaca yang membuatnya berkilau begitu terkena cahaya. ASUS ZenFone 5 mengusung dimensi 153 x 75.7 x 7.9 mm, tergolong proporsional ketika dipegang satu atau dua tangan. Penggunaan selama satu bulan membuat saya mengambil kesimpulan bahwa ponsel ini cukup ergonomis.

ASUS ZenFone 5 mengikuti tren masa kini, yaitu penyematan poni dengan penyempurnaan. Setidaknya begitulah klaim semua vendor ponsel Android yang pada akhirnya menanamkan tren yang pertama kali dipopulerkan oleh iPhone X ini.

Memang, desain poni bukanlah diciptakan oleh Apple, tetapi setidaknya iPhone tetap menjadi patokan para produsen perangkat Android. Desain poni sendiri memang memiliki keuntungan, yaitu memberikan kesan tampilan layar yang lebih luas. ASUS juga memberikan pilihan menutup poni tersebut dengan pengaturan di menu Settings.



Melihat desain depannya, ASUS ZenFone 5 mengusung layar bezel tipis, dengan rasio layar ke bodi mencapai 83,6 persen. Layarnya sendiri berukuran 6 inci dengan aspek rasio 18,7:9. Menyatukan tiga tombol utama ke dalam layar membuat tampilan layarnya tergolong besar, apalagi ketika tombol akan menyembunyikan dirinya saat tidak terpakai. Namun, ukurannya dibuat tidak terlalu memanjang, sehingga enak saat dipakai baik dalam mode landscape maupun portrait.

Beralih ke bagian belakang, ASUS ZenFone 5 menggunakan lapisan berkualitas yang membuatnya berkilau saat terkena cahaya. Saya mengatakan ini karena mudah dibersihkan walaupun memang mudah kotor karena sidik jari. Penyematan pemindai sidik jari di tengah dengan komponen yang berbeda membuat komponen tersebut seperti pusat pantulan ketika terkena cahaya.





Material ini ternyata tidak mengurangi tingkat ergonomis saat dipegang satu tangan. Faktor pendukungnya adalah pinggiran berbahan aluminium yang memberikan grip cukup baik, terlepas dari desain bodi belakang yang rata.

Untuk konektivitasnya, ASUS ZenFone 5 telah mengadopsi port USB Type-C, dan tetap menyediakan jack audio 3,5mm. Konsekuensinya, lubang speaker menjadi lebih sedikit. ASUS menutupi kelemahan itu dengan menanamkan komponen audio yang lebih baik. Sementara untuk kartu SIM, ASUS tetap menanamkan slot hibrida, dengan slot ke-2 multifungsi untuk kartu MicroSD kapasitas hingga 400GB.

 

Software & Antarmuka

ASUS ZenFone 5 sudah menggunakan Android 8.0 Oreo. Tentunya ASUS tetap menyematkan antarmuka ZenUI 5.0. Apa yang menjadi pembeda dari generasi sebelumnya adalah ASUS memberikan tampilan baru yang menunjukkan ciri khas ASUS, seperti penggunaan elemen warna biru cenderung gelap dan kuning yang lebih dominan.

Tidak ada perbedaan desain ikon untuk aplikasi bawaan. ASUS memasang beberapa aplikasi bawaan mereka dengan ikon yang lebih unik. Ada kemungkinan konsumennya perlu sedikit waktu tambahan untuk mengenali aplikasi tersebut ketika sebelumnya menggunakan antarmuka lain.

Antarmuka ini menyediakan fungsi drop-down melalui swipe atas, yang akan menampilkan semua aplikasi yang terpasang. Pengguna juga bisa mencari aplikasi via bar pencarian untuk akses lebih cepat. Beberapa fungsi dasar pengaturan seperti pembuatan folder khusus atau gaya pergerakan panel juga tetap ada.



Hanya saja, ZenUI 5.0 tidak menyediakan pilihan menghapus fungsi drop-down. Saya sendiri terbiasa tanpa menggunakan fungsi tersebut, sementara sebagian orang mungkin merasa lebih nyaman dengan adanya fungsi ini. Alasannya adalah aplikasi yang ditampilkan di homescreen akan lebih sedikit.

ZenUI 5.0 menawarkan beberapa fungsi spesial untuk ASUS ZenFone 5. Fitur yang paling terlihat adalah dukungan untuk menghapus poni, sehingga bagian notifikasi akan tampil menggunakan warna dasar hitam. Ya, poni ASUS ZenFone 5 terpasang secara hardware, dan cara untuk menutupinya adalah dengan memberikan elemen warna yang sama.

Dalam konteks ini, warna hitam solid seperti saat layar dalam keadaan mati. Poni juga otomatis menghilang saat pengguna memakai ASUS ZenFone 5 dalam posisi horizontal, seperti menonton film atau bermain game. ASUS menyadari bahwa kondisi tersebut memberikan pengalaman penggunaan terbaik.



Sementara untuk fitur lainnya, ASUS ZenFone 5 punya beberapa menu tambahan yang tersimpan dalam menu Settings. Anda bisa mengatur penggunaan dua profil dalam satu aplikasi sekaligus. Hal yang baru adalah kehadiran ZeniMoji.

Sesuai namanya, fitur ini menyediakan emoji animasi yang akan tersinkronisasi dengan aplikasi pihak ketiga yang sudah mendukung. Ada juga mode anak-anak yang akan membatasi akses terhadap beberapa aplikasi.

Terkait bloatware, ASUS tidak banyak membawa aplikasi pihak ketiga yang biasanya memenuhi kapasitas penyimpanan. Anda hanya akan menemukan Facebook dan Messenger, serta dua aplikasi lainnya yang dinilai lebih esensial ketimbang aplikasi bawaan pada umumnya.

Minimnya aplikasi luar ini membuat ZenUI 5.0 pada ASUS ZenFone 5 terasa lebih ringan, termasuk saat ponsel pertama kali menyala.

 

Kamera & Video

ASUS ZenFone 5 membenamkan dua kamera belakang 12MP dan 8MP. Anda yang pernah menggunakan ponsel ASUS pasti sadar bahwa kualitas kamera ZenFone masih kalah jika diadu dengan produk lain di kelas yang sama.

Namun, hal itu tidak lagi berlaku untuk ASUS ZenFone 5. Kualitas kamera belakang mendapatkan penyempurnaan, terutama dengan mengadopsi lensa Sony terbaru. Harus saya akui, kualitas fotonya jauh lebih baik, bahkan termasuk yang terbaik untuk ponsel kelas menengah.

Kamera belakang ASUS ZenFone 5 mampu merekam foto dengan hasil yang sangat baik dan tajam dalam kondisi pencahayaan cukup. Kemampuan kecerdasan buatan dari prosesornya memastikan bahwa lensa bisa menangkap objek fokus yang cepat dan tepat, sehingga foto lebih akurat. Hal ini juga berlaku ketika mengambil foto dengan mode wide-angle dan dalam pencahayaan yang cukup gelap. Lebih jelasnya, Anda bisa melihat contoh foto di bawah ini. Foto bisa diklik untuk menampilkan kualitas foto yang lebih optimal.

Dua foto di bawah ini adalah contoh perekaman malam hari, tanpa HDR dan dengan HDR.





ASUS ZenFone 5 bisa menghasilkan foto dengan saturasi yang baik, hanya saja untuk warna, kamera masih menangkap elemen yang lebih muda. Misalnya, menangkap warna merah akan memproyeksikan foto dengan merah yang lebih mudah.

Meskipun begitu, ini tidak berlaku untuk semua warna. Saya melihat warna yang cenderung mudah ini berlaku untuk elemen warna merah, seperti jingga dan krem. Elemen warna hijau terlihat lebih tajam, begitu juga dengan warna biru.







Sementara kamera depannya punya kualitas 8MP. Saat memperkenalkan ZenFone 5, ASUS memang tidak begitu menekankan kemampuan kamera depan. Untuk memaksimalkan kualitas foto, ASUS membenamkan aplikasi SelfieMaster. I

ni memang menjadi aplikasi pendukung kamera depan pada seri sebelumnya. Hasil foto memang bisa lebih baik ketika pengguna menggunakan aplikasi ini, tetapi kualitasnya tetap berada di koridor kemampuan sebuah kamera depan.



Terkait kemampuan video, ASUS ZenFone 5 bisa merekam pada resolusi 2160p pada kecepatan maksimal 30fps. Sementara pada resolusi 1080p, ponsel ini bisa mendukung kecepatan 30fps, 60fps, dan 120fps sesuai kebutuhan. Tidak ada dukungan EIS untuk perekaman video via kamera belakang. Sementara kamera depan juga mendukung perekaman video pada resolusi tertingi 2160 x 1080. Ini cocok untuk mereka yang terbiasa mengunggah video portrait ke media sosial.

 

Performa & Baterai

ASUS ZenFone 5 berada di kelas menengah berdasarkan spesifikasinya. Smartphone ini menggunakan prosesor Snapdragon 636. Versi yang Medcom.id jajal kali ini adalah yang menggunakan RAM dan ruang penyimpanan 4GB/64GB.

Seperti biasa, kami membandingkannya dengan beberapa ponsel yang sama di kelasnya. Harus diakui, performanya merupakan yang terbaik dalam database milik Medcom.id.



Jika melihat lebih jauh, performa yang dihasilkan unggul dalam semua aplikasi yang dijalankan, seperti PC Mark dan 3D Mark. Skornya memang selisih tipis dengan Xiaomi Redmi Note 5, yang spesifikasinya memang hampir sama.

Performa yang memadai ini juga mendukung penggunanya bermain game dengan grafis yang cukup berat. Kali ini Medcom.id menggunakan PUBG Mobile. Game ini bisa mendeteksi spesifikasi ponsel, sehingga mampu memberikan rekomendasi yang tepat dalam bermain secara optimal. PUBG Mobile berjalan lancar pada pengaturan medium.

Secara operasional, ASUS ZenFone 5 tidak menghasilkan panas yang cukup mengganggu, bahkan pada saat diapaki menonton, bermain game, atau merekam video dalam waktu yang lama. Salah satu alasannya adalah prosesor yang kinerjanya lebih baik tanpa menghasilkan panas berlebih.

Selain itu, selama penggunaan sehari-hari, saya tidak menemukan lag, baik dalam menjalankan beberapa aplikasi media sosial sekaligus sambil bermain, atau mengunduh aplikasi berukuran besar dengan aktivitas lainnya. Pengalaman penggunaan terasa cukup baik, ditambah ukuran layar yang proporsional dan nyaman.



Untuk baterainya, ASUS ZenFone 5 memang masih kalah dengan saudaranya yang terfokus pada kemampuan baterai, ASUS ZenFone Max Pro M1. ASUS ZenFone 5 juga masih kalah dengan pesaing terdekatnya, dengan selisih sekitar 2 jam.

Namun, operasional harian 9 jam sudah termasuk mumpuni untuk sebuah ponsel. Perlu diingat bahwa pengujian daya tahan baterai menggunakan skenario pengerjaan aplikasi berat terus menerus, seperti menonton video, browsing, dan bermain game.


Kesimpulan
ASUS ZenFone 5 adalah salah satu ponsel kelas menengah terbaik untuk saat ini. ASUS berhasil mencurahkan inovasi mereka secara tepat kepada ponsel ini. Desain yang menawan berkat dan tidak pernah ditemukan pada seri sebelumnya memang membuat ASUS ZenFone 5 seperti menghadirkan cita rasa baru dari sang produsen.

Tidak hanya secara desain, ASUS juga menyempurnakan aspek kamera yang selama ini memang menjadi perhatian konsumen. Tidak heran jika kualitas kameranya disebut salah satu yang terbaik menurut DxO Mark.

Secara performa, ASUS ZenFone 5 sudah bisa menghasilkan kemampuan yang sebenarnya tidak kalah jauh dengan ponsel lain yang berada di kelas premium. Ponsel dengan harga yang lebih mahal mungkin menawarkan RAM lebih dari 4GB.

Kenyataannya, RAM 4GB sudah sangat mumpuni untuk menemai aktivitas harian. Sebagian orang bahkan menganggap bahwa RAM 4GB sudah cukup besar. Pada akhirnya pengalaman penggunaan juga akan sama dengan yang premium.

 
  ASUS ZenFone 5
Prosesor Qualcomm Snapdragon 636
RAM 4GB
OS Android 8.0 Oreo + ZenUI 5.0
Memori Internal 64GB
Kamera 12MP + 8MP (belakang), 8MP (depan)
Baterai 3.300 mAh
Layar 6,2 inci, 2160 x 1080 pixel
Harga Rp3.899.000 (flash sale), Rp4.199.000 (ritel)
 
9.1
ASUS ZenFone 5
Plus
  • Desain keren, tampil beda, dan ergonomis
  • Dukungan kecerdasan buatan yang lebih optimal
  • Performa termasuk terbaik di kelasnya
  • Tidak panas
  • Kualitas kamera sangat baik
Minus
  • Bodi belakang mudah kotor karena sidik jari
  • ZenUI 5.0 tak bisa hapus mode drop-down
  • Kamera belum optimal tanpa OTA



(MMI)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG ASUS
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA REVIEW
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 20-09-2018