Vivo V7, Bisa Selfie Bokeh Pakai Satu Kamera

Ellavie Ichlasa Amalia - 12 Januari 2018 22:36 wib
Vivo V7. (MTVN)
Vivo V7. (MTVN)

Jakarta: Sejak awal kemunculannya, Vivo memang selalu menjual smartphone dengan kamera depan sebagai fitur utama. Tidak terkecuali dengan Vivo V7. Kali ini, Vivo mengunggulkan kamera depan dengan resolusi 24MP. Meskipun begitu, Vivo V7 tetap bisa digunakan untuk mengambil foto dengan efek Bokeh. 

Lalu, bagaimana performa dari Vivo V7?

 

Desain

Vivo V7 memiliki layar yang cukup besar, yaitu 5,7 inci. Untungnya, Vivo mengikuti tren bezel tipis. Karena itu, smartphone ini masih cukup nyaman untuk digenggam, meski hanya dengan satu tangan. Walau sekilas V7 memiliki bodi yang terlihat seperti metal, tapi bodinya sebenarnya terbuat dari plastik.



V7 memiliki layar dengan rasio 18:9. Untuk mengurangi bezel, Vivo menggunakan tombol virtual untuk tombol Home, Recent Apps dan Back. Langkah ini juga diambil oleh hampir semua pembuat smartphone saat ini. Vivo V7 masih memiliki tombol fisik untuk tombol power dan volume pada sisi kanannya. 



Sementara pemindai sidik jari terletak di bagian belakang tengah, di bagian atas tulisan "vivo". V7 hanya memiliki satu kamera belakang yang diletakkan di pojok kiri atas, bersebelahan dengan flash. Smartphone Vivo yang satu ini juga hanya memiliki satu kamera depan. V7 masih menggunakan port USB Type-A sebagai port charger, yang bisa Anda temukan pada bagian bawah tengah ponsel. 

 

Software & UI

Vivo V7 menggunakan Android 7.1.2 Nougat yang dilapisi dengan FunTouch OS. Jika ini pertama kalinya Anda menggunakan smartphone buatan Vivo, Anda mungkin memerlukan waktu untuk menyesuaikan diri.

Satu hal yang saya kurang sukai dari Vivo V7 adalah karena fitur multitasking yang dibatasi. Google menanamkan fitur multitasking natif pada Android Nougat.

Itu artinya, tidak peduli merek smartphone yang Anda gunakan, selama ponsel itu sudah menggunakan Nougat, maka Anda akan bisa menjalankan dua aplikasi sekaligus. Memang, tidak semua aplikasi kompatibel dengan fitur ini.



Namun, pada Vivo V7, pilihan aplikasi yang bisa dibuka pada saat yang sama sangat terbatas. Saya bahkan tidak bisa membuka YouTube dan Chrome pada saat bersamaan, sesuatu yang biasanya bisa dilakukan pada smartphone lain dengan Nougat sebagai OS. 

Selain sensor sidik jari, Vivo juga melengkapi V7 dengan fitur Face Unlock. Seperti namanya, fitur ini memungkinkan Anda untuk membuka kunci ponsel hanya dengan menatap ke arahnya, sama seperti fitur Face ID pada iPhone X. Sayangnya, fitur ini masih jauh dari sempurna. 

Proses mendaftarkan wajah Anda ke Vivo V7 cukup mudah. Satu hal yang harus Anda ingat hanyalah pastikan Anda berada di tempat dengan cahaya yang cukup terang. Jika tidak, ponsel tidak akan bisa mengenali wajah Anda.

Sayangnya, ketika saya mencoba untuk membuka kunci ponsel menggunakan fitur Face Unlock, proses ini tidak selalu berhasil. 



Tidak melulu soal selfie, Vivo tampaknya juga berusaha untuk menarik para gamer mobile agar tertarik dengan smartphone buatannya. Vivo melengkapi V7 dengan fitur yang disebut "Game Mode".

Melalui fitur ini, Anda bisa mengatur untuk menolak panggilan masuk atau membuat panggilan tetap masuk tapi hanya pada bagian background. Fitur ini cukup berguna jika Anda ingin bermain game tanpa diganggu. 

 

Kamera & Video

Vivo tak lagi menyematkan dua kamera depan pada V7. Sebagai gantinya, Vivo memasangkan kamera depan dengan resolusi 24MP. Memang, besar megapixel sebuah kamera turut menentukan seberapa bagus hasil foto dari kamera tersebut. Namun, megapixel bukanlah segala-galanya. Ada beberapa hal lain yang menentukan kualitas foto sebuah ponsel, seperti sensor kamera. 

Vivo V7 dapat menghasilkan gambar yang cukup baik ketika di luar ruangan. Meski hanya memiliki satu kamera belakang, ponsel ini juga dapat mengambil foto dengan efek Bokeh. Namun, karena memang lebih fokus pada kamera depan, efek Bokeh pada foto yang diambil dengan kamera belakang justru tidak terlalu terlihat. Selain itu, tampaknya V7 tidak bisa membuat efek Bokeh pada obyek foto non-manusia, seperti bunga dan boneka. 


Tidak terlihat efek Bokeh pada gambar yang diambil menggunakan kamera belakang untuk mengambil foto obyek non-manusia.





Untuk masalah kamera depan, hasil foto dari V7 memang cukup bagus. Efek Bokeh saat saya mengambil selfie pun terlihat dengan jelas. Anda bisa lihat pada contoh di bawah. 



Sayangnya, ketika saya menggunakannya untuk mengambil foto di tempat yang kurang terang, hasilnya agak mengecewakan. 



Foto di dalam ruangan pada malam hari. 



Foto di dalam ruangan gelap dengan membelakangi cahaya. 

Selain itu, kamera Vivo V7 tidak kaya dengan fitur. Mode yang ada pada ponsel ini tidak lebih dari 10. Tentu saja, jika tujuan Anda untuk membeli smartphone hanya untuk mengambil selfie, maka kamera Vivo V7 sudah lebih dari cukup.

Dalam keadaan yang sama, foto yang dihasilkan oleh V7 tidak kalah jika dibandingkan dengan Vivo V7+. 



Satu hal lain yang disayangkan, Vivo V7 tidak dilengkapi dengan fitur stabilisasi video. Itu artinya, jika Anda menggunakan kamera ponsel ini untuk membuat vlog, Anda harus menyiapkan aksesori lain untuk membuat video menjadi lebih stabil. 
 

Performa & Baterai

Dengan Snapdragon 450 sebagai prosesor, dipadankan dengan RAM 4GB dan GPU Adreno 506, Vivo V7 sudah cukup untuk kegiatan sehari-hari, seperti menjelajah internet, membuka email atau bahkan untuk bermain game. Saya bisa memainkan game Asphalt 8: Airborne dengan lancar. 

Seperti yang bisa Anda lihat pada tabel di bawah, hasil benchmark dari Vivo V7 juga tidak kalah jika dibandingkan dengan para pesaingnya, seperti Oppo F3 dan ASUS ZenFone 4 Selfie. Vivo V7 justru medapatkan nilai yang lebih tinggi, meski hasil benchmark tidak bisa menggambarkan pengalaman penggunaan sepenuhnya. 



Selama menggunakan Vivo V7, smartphone ini dapat memberikan performa yang memuaskan. Bagi Anda yang senang bermain game mobile, Anda bisa mengaktifkan fitur Game Mode untuk membuat waktu bermain Anda bebas dari gangguan. 

Sayangnya, saya kurang menyukai antarmuka FunTouch buatan Vivo. Keterbatasan dalam menggunakan fitur multitasking merupakan salah satu hal yang paling membuat saya jengkel ketika menggunakan ponsel ini.

Sementara dari segi baterai, Vivo V7 terlihat kalah jika dibandingkan dengan pesaingnya. Namun, baterai Vivo V7 dapat bertahan selama sekitar 9 jam-an, tidak jauh berbeda dengan smartphone lain yang menjadi pesaingnya. 




Kesimpulan
Vivo V7 memiliki layar yang cukup besar dengan resolusi yang cukup tajam untuk menonton video. Smartphone ini juga masih cukup nyaman untuk digenggam karena Vivo menggunakan desain bezel tipis. Smartphone buatan Vivo yang satu ini juga cukup ringan. 

Performa dari Vivo V7 sudah cukup baik untuk penggunaan sehari-hari dan juga untuk bermain game. Baterainya juga dapat bertahan cukup lama. Kamera depannya dapat menghasilkan gambar dengan efek Bokeh, meski ponsel ini hanya memiliki satu kamera depan. Sayangnya, hasil foto yang diambil di tempat dengan kurang pencahayaah memiliki hasil yang kurang baik. 

Sayangnya, antarmuka Vivo kurang menyenangkan untuk digunakan, terutama jika Anda adalah fans Android murni. Tidak hanya itu, Vivo juga justru membatasi fitur multitasking yang seharusnya merupakan fitur natif pada Android Nougat. 

Vivo V7 cocok bagi Anda yang senang untuk mengambil selfie dan tidak keberatan dengan antarmuka yang sudah dirombak dari Android murni. 

 
  Vivo V7
Prosesor Qualcomm Snapdragon 450 @1.80 GHz octa-core
GPU Adreno 506
RAM 4GB
OS Android 7.1. Nougat + FunTouch OS 3.2 
Memori Internal 32GB
Kamera Depan 24MP, Belakang 16MP
Baterai 3.000 mAh
Layar 5,7 inci (1440 x 720 piksel)
Harga Rp3.799.000
  
 
 
7.8
Vivo V7
Plus
  • Performa memuaskan
  • Layar luas
Minus
  • Antarmuka membingungkan, multitasking terbatas
  • Masih menggunakan USB Type-A
  • Kamera belakang tak bisa kenali obyek non-manusia
 


(MMI)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG VIVO
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA REVIEW
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 24-01-2018