DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 51.058.936.361 (14 NOV 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Mimpi, E-Commerce Spesialis Kasur

Lufthi Anggraeni - 16 Oktober 2018 19:54 wib
Founder Mimpi.co.id, Frank De Witte.
Founder Mimpi.co.id, Frank De Witte.

Jakarta: E-Commerce dan marketplace mungkin kini tidak lagi asing untuk masyarakat di dunia, termasuk di Indoensia. Kehadiran platform perdagangan online ini menghadirkan kemudahan tidak hanya bagi konsumen, tetapi juga bagi produsen.

Kemudahan yang dihadirkan e-commerce memungkinkan konsumen membeli produk secara langsung, meski berada dalam jarak yang jauh. Lebih dikenal sebagai saluran belanja aksesori dan benda berukuran ringkas, kini e-Commerce juga mulai menawarkan produk dengan ukuran lebih besar.

Kini ranah e-commerce turut dimeriahkan oleh Mimpi.co.id, yang terfokus pada satu produk, yaitu kasur. E-commerce yang berdiri pada tahun 2016 ini dibangun berdasarkan pengalaman buruk sang pendiri, Frank De Witte, saat membeli kasur di Indonesia bersama istrinya.

"Berdasarkan pengalaman dan hasil survey, sebagian besar masyarakat Indonesia tidak menyukai proses membeli kasur yang menampilkan terlalu banyak pilihan, tanpa dukungan informasi mendetil, serta kemacetan yang harus dihadapi saat berkunjung dari satu toko ke toko lain," ujar De Witte.

Berbeda dengan sejumlah e-commerce pada umumnya, Mimpi.co.id hanya memasarkan produknya via situs resminya. Hal ini diklaim De Witte mampu memangkas pengeluaran, sehingga perusahaannya dapat memberikan penawaran harga lebih terjangkau jika dibandingkan dengan merek kasur terkemuka, dari Rp3,8 juta.

Memiliki situs sendiri, Mimpi.co.id juga memanfaatkan marketplace umum di Indonesia untuk memasarkan produknya. Namun, De Witte menyebut, umumnya transaksi terjadi di situs resmi yang dirujuk oleh halaman Mimpi pada marketplace.

Guna memberikan pengalaman berbelanja kasur lebih baik, Mimpi juga menawarkan masa percobaan selama 100 malam atau sekitar tiga bulan setelah konsumen membeli kasur di situs.

Selama masa tersebut, konsumen dapat menentukan kenyamanan penggunaan, dan jika tidak nyaman, konsumen dapat mengembalikan kasur dan mendapatkan uang mereka kembali secara utuh.

Fitur masa percobaan ini juga diusung Mimpi sebagai pembedanya dari produsen kasur lainnya, yang pada umumnya hanya membiarkan konsumen mencoba produk di toko, baik dengan merebahkan tubuh di atas kasur, ataupun hanya menekan tepian kasur guna menguji keempukannya.

Selain itu, mengikuti tren yang ada di sejumlah negara di wilayah Eropa dan Amerika Serikat, kasur Mimpi dikirimkan ke rumah konsumen setelah dikompresi, dilipat dan dimasukan ke dalam berbentuk kotak sebesar kotak kemasan berukuran lebih kecil sehingga lebih mudah didistribusikan.

Mengingat penetrasi kartu kredit masih belum tinggi di kalangan masyarakat Indonesia, Mimpi.co.id turut menghadirkan opsi pembayaran berupa transfer bank. Opsi tersebut dinilai lebih digemari oleh masyarakat Indonesia saat ini.

Untuk saat ini, Mimpi.co.id baru memasarkan dua produk yaitu The Bounce dan The Mimpi, yang keduanya menggunakan bahan dari Belgia, meski proses produksi secara keseluruhan dilakukan di Indonesia.

Selain itu, De Witte mengaku memanfaatkan jejaring sosial, termasuk Instagram, Facebook, dan YouTube untuk promosi.


(MMI)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG TECH AND LIFE
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA TECH AND LIFE
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Fri , 16-11-2018