Tak Pernah Mudah Urus Komunitas Game

Riandanu Madi Utomo - 26 Agustus 2017 15:30 wib
Andrew Tobias, Asst. Channel Category Manager Logitech Indonesia (MTVN/MAMDUH)
Andrew Tobias, Asst. Channel Category Manager Logitech Indonesia (MTVN/MAMDUH)

Metrotvnews.com, Jakarta: Komunitas memang boleh dikatakan sebagai tulang punggung sebuah merek atau produk. Sebuat saja kendaraan bermotor yang saat ini sudah memiliki banyak sekali komunitas. Meski kadang jumlahnya sangat banyak untuk satu produk, komunitas tersebut memberikan efek besar bagi perusahaan yang memiliki brand atau produk tersebut. Tentu saja komunitas harus dijaga kesinambungannya agar bisa berjalan dengan baik.

Itulah peran community manager. Sesuai dengan namanya, seorang community manager bertugas untuk melakukan manajemen terhadap komunitas dan menjaga agar setiap komunitas berjalan secara kondusif. Tidak hanya itu, community manager juga harus mempererat hubungan antar komunitas melalui acara khusus yang biasanya rutin diselenggarakan.

Sama seperti pekerjaan lainnya, menjadi community manager pun ada suka dukanya. Hal tersebut juga diakui langsung oleh Andrew Tobias, Asst. Channel Category Manager Logitech Indonesia. Pria yang sudah beberapa kali menjadi community manager, mulai dari kelas warung internet, DOTA 2, hingga menjadi community manager untuk NVIDIA Indonesia ini memang sudah malang melintang di dunia komunitas dan tahu seluk beluknya.

"Menjadi community manager itu seru kok. Kita bisa ketemu banyak orang, kenal banyak orang, apalagi waktu mengadakan event," ujar Andrew kepada Metrotvnews.com. "Tapi mengatur komunitas itu juga perlu kesabaran ekstra, selain itu kita juga harus 'humble'."



Andrew mengakui, mengatur komunitas besar memang tidak mudah. Hal tersebut dikarenakan seorang community manager harus bisa berhadapan dengan berbagai jenis orang. Karena sifat komunitas yang sangat heterogen, Andrew mengakui dirinya banyak sekali belajar bersabar ketika mengahdapi para pelaku komunitas tersebut.

"Komunitas itu isinya banyak orang dan sangat heterogen. Mereka juga sangat kritis terhadap hal-hal tertentu dan kadang tingkahnya sangat aneh," lanjut Andrew. "Komunitas di Indonesia sendiri orangnya terbilang sangat kritis dibandingkan negara lain."

Lalu seberapa penting sebuah merek memiliki komunitas? Andrew mengatakan hal tersebut sangat penting untuk saat ini, apalagi untuk produk gaming yang digandrungi generasi milenial. Ia mengatakan komunitas bisa mngangkat nama sebuah brand atau produk dengan sangat baik. Tentu saja komunitas tersebut harus diperlakukan dengan baik terlebih dulu.

Beberapa yang bisa dilakukan oleh perusahaan adalah melibatkan komunitas ke berbagai acara. Dengan demikian, mereka akan merasa dihargai sebagai komunitas dan secara otomatis mengangkat nama baik brand atau produknya. Selain itu, mengahdirkan konten viral, memanfaatkan media sosial, dan menghadirkan orang terkenal sebagai brand ambassador merupakan startegi yang sangat jitu untuk saat ini.



"Orang Indonesia sifatnya kebanyakan cuma ingin ikut. Mereka sangat malu untuk memulai duluan, namun ketika komunitasnya dilibatkan mereka akan terus ikut," jelas Andrew. "Daya beli gamer itu tinggi karena terbawa komunitas lho."

Meski kini jabatan resminya bukan sebagai community manager, namun Andrew masih menaruh harapan besar bagi komunitas gaming di Indonesia. Harapannya adalah komunitas gaming bisa hadir lebih berkualitas sehingga dapat didukung oleh banyak pihak.


(MMI)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG GAMES
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA TECH AND LIFE
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sat , 18-11-2017