Konten Pornografi di Whatsapp Disebut Belum Sepenuhnya Hilang

- 07 November 2017 15:35 wib
Ilustrasi. (Foto: AP/ Patrick Sison)
Ilustrasi. (Foto: AP/ Patrick Sison)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pengamat Media Sosial Enda Enda Nasution menyebut sejak Senin 6 November 2017 malam, pemerintah telah meminta operator agar akses DNS menuju dua mesin pencari animasi gif di aplikasi perpesanan Whatsapp diblokir. Hal ini menyusul adanya isu pornografi yang terdapat pada konten tersebut.

Sayangnya menurut Enda, pemblokiran ini belum sepenuhnya berlaku. Di beberapa ponsel, konten-konten berbau pornografi nyatanya masih dapat muncul ketika pengguna memasukan kata kunci tertentu.

"Sepertinya belum 100 persen merata, tergantung dari operator telekomunikasinya. Kadang muncul notifikasi koneksi internet terganggu, atau ada juga yang terus menerus berputar kemudian tidak bisa diakses," katanya, dalam Metro Siang, Selasa 7 November 2017.

Enda mengatakan fitur gif dalam aplikasi perpesanan Whatsapp sebenarnya berasal dari unggahan berbagai pengguna di dunia. Prinsipnya sama seperti mesin pencari layaknya Google. Setiap memasukkan kata kunci maka fitur gif akan memberikan apa yang diminta.

Misalnya ketika pengguna memasukkan kata kunci seks atau porno, maka hasilnya akan keluar dalam bentuk animasi gif. Tetapi ketika tidak memasukkan kata kunci tertentu, konten-konten pornografi tidak akan muncul.

"Jadi mungkin yang dikhawatirkan adalah kalau diakses oleh anak-anak. Selama anak-anak memasukkan kata kuncinya maka itu akan keluar, begitu juga sebaliknya," kata Enda.

Di satu sisi, kata Enda, internet saat ini secara alami tidak memiliki pengawas sehingga apapun bisa diunggah ke internet melalui media sosial. Bagi Dia, mustahil jika informasi yang akan diunggah ke internet akan dicek terlebih dulu.

Tetapi di sisi lain, pendidikan penggunaan teknologi digital terutama bagi anak-anak sangat perlu. Anak-anak perlu diajarkan untuk bijaksana dalam bermedia sosial, sebab mau tidak mau ketika pengguna sempat mencari kata kunci berbau porno maka hasilnya akan didapat dengan mudah.

"Artinya, internet ini rimba raya. Semua konten ada di sini tapi bedanya dengan media lain, internet adalah tempat dimana penggunanya aktif. Informasi apapun yang kita terima tergantung seberapa akktif kita mencarinya. Jadi mau tidak mau harus ada pendidikan penggunaan teknologi digital itu sendiri," jelasnya.




(MEL)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG MEDIA SOSIAL
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA NEWS
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sun , 17-12-2017