Bangun Resiliensi Anak Menghadapi Dampak Negatif Teknologi

- 07 November 2017 13:16 wib
Ilustrasi. (Thinkstock)
Ilustrasi. (Thinkstock)

Metrotvnews.com, Jakarta: Melarang anak agar tidak mengakses media sosial maupun internet secara umum hampir mustahil dilakukan di era teknologi saat ini. Salah-salah bisa jadi anak justru 'mencuri waktu' mengakses internet dan menjangkau konten yang justru berbahaya bagi mereka.

Kepala Bidang Pemenuhan Anak Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Reza Indragiri mengatakan hadirnya teknologi mau tidak mau membuat orang tua berhadapan dengan situasi semacam itu.

Menurut Reza yang kemudian harus dilakukan oleh orang tua adalah berpikir selain penanganan pada aspek aplikasi dan teknologi, juga harus mampu melakukan penguatan untuk membangun resiliensi atau ketangguhan individu pada anak.

"Karena kita sekarang bicara pengguna adalah usia anak-anak, maka sudah jelas bahwa edukasi, aturan main dengan anak menjadi suatu hal yang mutlak dilakukan," kata Reza, dalam Primetime News, Senin 6 November 2017.

Reza mengatakan melarang anak agar tidak mengakses internet rasanya tidak mungkin karenanya barangkali orang tua perlu memberi kesempatan pada mereka untuk bermedia sosial atau mengakses internet dengan syarat harus ada aturan mainnya. Misalnya pembatasan waktu dari pukul berapa sampai pukul berapa.

Pria yang juga Ahli Psikologi Forensik ini juga menilai anak usia 6 tahun mungkin sudah bisa diperkenalkan dengan internet, namun hanya untuk tujuan tertentu disertai batasan dan aturan mainnya. Jika tidak berhasil, boleh jadi sistem punish and reward bisa menjadi solusi.

"Tapi yang paling penting coba jadi teman bagi mereka, sekaligus memantau percakapan, interaksi atau sedang membangun relasi dengan siapa saja anak kita. Begitu mereka sudah masuk fase berisiko dan mencurigakan mulailah masuk ke situ," katanya.

Satu hal yang harus diperhatikan, kata Reza, ketika mendapati anak mengakses konten negatif baik pornografi atau lainnya, orang tua agar jangan panik, murka, atau bereaksi berlebihan.

Karena pada dasarnya, mereka masih sangat muda untuk memahami dunia termasuk apa yang mereka temukan di media sosial. Anak-anak butuh bantuan pendamping untuk mendapatkan penjelasan yang tepat dan membangun koreksi dari hal tersebut.

"Ajak mereka bicara, berikan penjelasan sesuai dengan kemampuan dia bernalar bahwa hal semacam ini tidak baik dan tidak sepatutnya disaksikan sendiri maupun bersama-sama di tempat terbuka maupun tertutup," jelasnya.




(MEL)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG MEDIA SOSIAL
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA NEWS
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sun , 17-12-2017