Konten Pornografi Celah Menjadikan Anak Pelaku Kejahatan Seksual

- 07 November 2017 12:09 wib
Ilustrasi. (Foto: Thinkstock)
Ilustrasi. (Foto: Thinkstock)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kepala Bidang Pemenuhan Anak Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Reza Indragiri mengatakan anak-anak yang terpapar pornografi sejak dini berpotensi menjadi pelaku kejahatan seksual di kemudian hari.

Memang tidak semua anak yang terpapar pornografi bisa 'dipukul rata' akan menjadi pelaku kejahatan seksual. Namun peluang itu meninggi manakala intensitas pornografi yang diperoleh oleh anak tak lagi sedikit.

"Kalau kemudian Kita sepakan ini merupakan celah ideal bagi seorang anak menjadi pelaku, predator seksual, maka bayangkan berapa banyak kejadian yang akan terjadi, berapa lama proses hukum yang dijalanan, restitusi yang didapatkan hingga berapa lama menghilangkan trauma dengan proses rehabilitasi," kata Indra, dalam Primetime News, Senin 6 November 2017.

Indra mengatakan bahwa kerugian yang didapatkan ketika anak terpapar pornografi hingga menjadi pelaku kejahatan seksual sangat tinggi. Tak hanya untuk anak itu sendiri tetapi juga untuk negara.

Selama ini, kata Indra, Indonesia hanya bicara penderitaan kualitatif, risiko kualitatif yang dialami oleh anak tanpa memikirkan bagaimana imbasnya terhadap penderitaan kuantitatif.

LPAI yang berkesempatan diundang Pemerintah Amerika Serikat mengungkapkan ada harga mahal yang harus dibayar ketika anak terkena dampak buruk pornografi, apalagi sejak usianya masih belia.

"Nilai kerugiannya setara dengan USD139.333 per kasus. Kalau ada 100 anak saja berapa sesungguhnya penderitaan kita, potensi kerugian negara yang akan dikorbankan untuk itu," katanya.

Indra mengatakan potensi buruk dan risiko tinggi yang dialami oleh anak di era teknologi ini sulit dibendung. Kendati peran orang tua dan sekolah masih berfungsi.

Harus diingat bahwa dari sekian banyak hak anak yang harus dipenuhi, salah satunya adalah mereka berhak mendapatkan informasi yang mendorong mereka mengalami kematangan diri, penguatan karakter, kekuatan budi pekerti dan sebagainya. Faktanya, informasi yang saat ini beredar tidak selaras dengan pemenuhan hak tersebut.

LPAI, kata Indra, selalu mengatakan bahwa pada dasarnya setiap kita menyepakati bahwa pendidikan seks pada anak adalah penting. Tapi harus dipahami bahwa pendidikan seks jangan ditafsirkan sebagai ajaran melakukan--maaf--seks dengan anak.

"Pendidikan seks terhadap anak untuk membangun pemahaman dan keyakinan pada anak akan integrasi tubuhnya. Bahwa anak adalah anugerah Tuhan yang harus dijaga dan dimanfaatkan pada masa yang tepat. Sehingga jika ada pihak manapun yang mencoba mengganggu harus dianggap sebagai penjahat," katanya.

Indra menambahkan persoalan pornografi tidak berhenti hanya pada kontennya. Lebih dari itu, bagaimanapun penyampaian materi tentang pendidikan seks yang ideal untuk anak melalui media apapun harus dalam kondisi terdampingi oleh guru atau orang tua. Tidak bisa ditawar.




(MEL)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KEKERASAN SEKSUAL ANAK
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA NEWS
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sun , 17-12-2017