DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 51.179.914.135 (23 NOV 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Izin tak Sesuai, Kemenhub Sita 'Bus Pesta'

Adhi M Daryono - 22 Juli 2017 12:25 wib
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Pudji Hartanto. MI/M Irfan.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Pudji Hartanto. MI/M Irfan.

Metrotvnews.com, Jakarta: Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Pudji Hartanto melakukan pemeriksaan terhadap bus pariwisata yang desain interiornya dimodifikasi menjadi ruangan pesta.

“Rabu kemarin kami sudah menertibkan bus restoran yang berasal dari Kota Bandung, hari ini kami menertibkan bus pesta yang telah beroperasi di sekitar kota Jakarta,” ucap Pudji dalam keterangan tertulis, Sabtu (21/7).

Bus pesta lebih dikenal dengan Royale VIP Bus adalah sebuah bus pariwisata yang interiornya didesain khusus untuk melayani penumpangnya dengan suasana pesta. Bus ini dapat menampung 25 orang dengan fasilitas karaoke dengan layar light emitting diode (LED), pengeras suara dikombinasi dengan lampu dansa. Pudji mengetahui bus pesta ini dari media.

"Kita tahu ada bus ini dari iklan di media, ternyata sampai 2 kali siarannya diputar di media. Akhirnya kami panggil pengelola bus tersebut ke kantor," ujarnya.

Pada saat pemeriksaan, Pudji menemukan administrasi bus ini tidak sesuai. Pertama, plat nomor yang tertera di STNK berwarna hitam, tetapi pada saat operasional menggunakan plat nomor kuning. Selain itu, Pudji mengatakan, buku uji dan kartu pengawasan dari bus palsu. Pudji juga meminta Pemerintah Daerah untuk memeriksa izin usaha bus tersebut.

“Pada dasarnya kami mendukung inovasi yang dilakukan oleh pengusaha transportasi. Tetapi inovasi tersebut harus tetap mengutamakan aspek keselamatan, keamanan dan kenyamanan. Kalau mereka belum mengkaji, kami juga tidak akan merekomendasikan rancang bangun dari bus tersebut," kata Pudji.

Pudji juga menambahkan, pelaku usaha di bidang transportasi harus memenuhi kelayakan jalan sebagai syarat keselamatan dan perizinan usaha. Hal ini harus diantisipasi agar tak ada masalah di kemudian hari.

"Para pengusaha transportasi jangan menyepelekan kelayakan jalan karena menyangkut keselamatan," kata Puji.

Pudji menegaskan, penyitaan kendaraan ini lebih mengarah kepada masalah etika. Meskipun memiliki izin dan melengkapi administrasi, Pudji tak merekomendasikan bus ini beroperasi karena berkaitan dengan hiburan dan dunia malam.



(DRI)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG BUS
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA NEWS
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 19-12-2018