PT Antam Luncurkan Gerakan #GenerasiEmas

Tri Kurniawan - 30 Oktober 2017 17:43 wib
(Foto: Dok. Antam)
(Foto: Dok. Antam)

Metrotvnews.com, Jakarta: Media digital semestinya dimanfaatkan untuk menyebarkan konten-konten positif. Faktanya, saat ini informasi negatif cukup banyak bertebaran di dunia maya. Jika dibiarkan, tentu akan membahayakan generasi muda.

Dalam upaya menghalau kabar bohong (hoax) dan menciptakan konten positif, Kominfo bersama penggiat literasi digital mendukung Gerakan Nasional Literasi Digital #Siberkreasi.

Mengutip siaran pers Kominfo Nomor 184/HM/KOMINFO/10/2017, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mendukung penuh gerakan #SiBerkreasi ini sebagai sebuah bentuk kerja bersama.

"Gerakan Nasional Literasi Digital #SiBerkreasi berangkat dari kegelisahan berbagai elemen masyarakat terhadap besarnya ancaman potensi bahaya penyebaran konten negatif di dunia maya," ujar Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, dalam keterangan persnya.

Gerakan #SiBerkreasi merupakan kolaborasi berbagai institusi pemerintah, swasta, komunitas, dan penggiat literasi digital termasuk perusahaan. Salah satunya yang turut berperan aktif ialah PT Antam (Persero) Tbk, dengan meluncurkan gerakan sosial (social movement) #GenerasiEmas, di acara Siberkreasi Netizen Fair 2017 di JIEXPO, Kemayoran, Jakarta Pusat, 27-28 Oktober.

Direktur Human Capital & CSR Antam Johan NB Nababan mengatakan, gerakan sosial ini merupakan bentuk nyata kepedulian Antam dalam membantu generasi muda era digital.

"Antam yang sebagian besar lokasi tambang dan pabriknya berada di luar Jakarta, berkepentingan ikut serta dalam gerakan nasional literasi digital ini. Sebab, potensi penyebaran konten negatif tidak hanya dari Jakarta, tetapi juga dari daerah," kata Johan, Sabtu (28/10/2017).

Selain kepedulian pada peningkatan literasi digital di daerah, Antam memanfaatkan momentum ini untuk mendukung pemasaran mitra UKM binaan program CSR Antam. Mengutip penelitian Google dan Temasek pada 2016, Johan mengatakan bahwa Indonesia diprediksi menjadi pemain ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara pada 2025.

"Pangsa pasar ekonomi digital Indonesia akan mencapai  USD81 miliar dari total USD200 miliar nilai ekonomi digital di seluruh kawasan ASEAN. Tentu produk lokal bisa mengambil kesempatan ini," tutur Johan.

Hal itu ditopang oleh pengguna internet yang naik 19 persen setiap tahun, dan diperkirakan mencapai 215 juta pengguna sebelum 2020.

“Sekarang saja sebanyak 43 persen dari pengguna internet di Indonesia sudah menggunakan perangkat mobile untuk mengakses internet,” katanya.

Johan menjelaskan, Antam menyuarakan #GenerasiEmas karena meyakini era digital membawa peluang sangat besar bagi generasi muda untuk mengantarkan bangsa ini menuju Indonesia Emas pada 2045.

"Dan jangan lupa, Bapak Presiden (Joko Widodo) sudah sering menyampaikan kepada publik bahwa pada 2030, Indonesia akan menghadapi bonus demografi. Sebanyak 52 persen penduduk di Indonesia merupakan usia produktif," ujar Johan.

Di sisi lain, Indonesia menghadapi tantangan serius terkait maraknya konten negatif di internet. Seperti pornografi, isu SARA, ujaran kebencian, dan hoax. Menurut data Kementerian Komunikasi dan Informatika per Oktober 2017, pemerintah setidaknya memblokir 800 ribu situs bermuatan konten negatif. Ini belum termasuk konten negatif di media sosial.


(Foto: Dok. Antam)

"Nah, melalui #GenerasiEmas ini Antam hendak mengajak semua pihak, khususnya generasi muda, untuk ikut aktif memproduksi dan ikut menyebarkan konten positif di internet," kata Johan. Bentuknya macam-macam. Bisa melalui film, kampanye sosial, berita positif, atau yang paling sederhana tidak ikut menyebar hoax di media sosial.

Antam juga berkomitmen membantu mitra binaan untuk memanfaatkan teknologi digital dalam mengembangkan bisnis.  Johan mengatakan, Antam akan mendampingi mitra binaan agar bisa menangkap peluang dari dunia digital.

"Harapan kami tentu bisnis mereka berkembang. Dengan demikian, akan semakin banyak perusahaan Indonesia dengan daya saing kelas dunia pada masa mendatang," ucapnya.


(ROS)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG ANTAM
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA NEWS
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 21-11-2017